bersamapontianak.com, 9 September 2025 – Kondisi pasar saham Indonesia pada perdagangan hari ini, Selasa (9/9), dibuka dengan pergerakan negatif. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat melemah di awal sesi, menandai lanjutan tekanan yang sudah terlihat sejak perdagangan kemarin.
Sejak pembukaan, IHSG bergerak di kisaran 7.745–7.751, atau turun sekitar 0,20 hingga 0,27 persen dibandingkan penutupan sebelumnya di level 7.766. Bahkan, pada pukul 09.24 WIB, indeks sempat anjlok lebih dalam ke level 7.725,7 atau terkoreksi sekitar 0,53 persen.
Sentimen Politik Membayangi Investor
Pelemahan pasar saham hari ini tidak lepas dari faktor politik dalam negeri. Reshuffle kabinet yang dilakukan pemerintah, terutama pergantian posisi Menteri Keuangan, menjadi sentimen utama yang memicu kehati-hatian investor. Para pelaku pasar cenderung mengambil sikap “wait and see” untuk melihat arah kebijakan ekonomi yang akan ditempuh oleh pejabat baru.
Selain itu, aksi net sell asing yang mencapai lebih dari Rp500 miliar pada perdagangan sebelumnya semakin memperberat tekanan di bursa. Kondisi ini memperlihatkan bahwa investor global masih menimbang ulang prospek pasar domestik dalam jangka pendek.
Analisis Teknis IHSG
Secara teknikal, sejumlah analis menilai IHSG sedang berada di area rawan. BRI Danareksa menyebutkan, indeks berpotensi menguji level support kuat di kisaran 7.571. Sementara itu, MNC Sekuritas memperkirakan rentang pergerakan hari ini berada pada support 7.547–7.680 dan resistance 7.943–8.008.
Dengan demikian, meskipun pelemahan masih berlangsung, peluang rebound tetap terbuka apabila indeks mampu bertahan di area support. Namun, jika tekanan jual semakin besar, bukan tidak mungkin IHSG akan terkoreksi lebih dalam.
Rekomendasi Saham Hari Ini
Di tengah volatilitas, analis merekomendasikan beberapa saham yang dinilai masih menarik untuk dikoleksi. Beberapa di antaranya adalah ARCI, BRPT, ICBP, dan TINS. Saham ARCI bahkan direkomendasikan sebagai speculative buy dengan target harga di kisaran Rp960–995.
Dengan rekomendasi ini, investor diharapkan bisa tetap selektif dalam memilih saham, sekaligus memperhatikan faktor risiko yang sedang meningkat akibat dinamika politik dan ekonomi.
Baca Juga: Kondisi Pasar Saham, 10 September 2025
Untuk informasi seputar pasar saham lainnya kunjungi Berita Ekonomi
